Kampung Inggris Pare – Tempat Indah Dengan Sejuta Kenangan

Bahasa Inggris, bahasa internasional yang dikenali seluruh orang di dunia. Menurut kalian penting gak sih bahasa inggris itu?

Pelajaran yang tak begitu aku suka di sekolah sejujurnya, dengan materi yang gak sinkron dengan ujian. Masa materinya grammar mulu tapi ujiannya pasti cerita, menentukan topik utama, ringkasan cerita, yang gitu-gitu lah pokoknya.

Namun, aku tetap sadar bahwa bahasa inggris adalah bahasa yang sangat penting dikehidupan sekarang ini. Gampangnya gak bakal bisa maju lah kalau gak bisa bahasa inggris. Jadi walaupun sedikit ya setidaknya mengerti.

Karena kesadaran itu aku memutuskan untuk belajar bahasa inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri. Tempat populer di Indonesia dengan banyaknya kursusan bahasa inggris di sana.

Bingungnya cari tempat kursus

foto gambar tangan memegang buku yang di sebelahnya ada bolpoin pensil
Photo by David Iskander on Unsplash

Sebelum berangkat ke sana, aku harus menentukan kursusan mana yang akan aku tempati nantinya. Di sini aku ga ada niat buat promosi lho, jadi gak usah disebutin ya nama kursusannya, kalau penasaran bisa kontak hehe.

Aku mencari tempat-tempat kursus di internet. Ada banyak sekali di sana, dengan berbagai macam harga, penawaran, dan keunggulan masing-masing.

Awalnya aku sempat menetapkan pilihanku disalah satu kursusan, cara belajarnya asyik pikirku, tapi biayanya mahal. Akhirnya ibuku mencarikan tempat kursus lain untukku.

Daaannn ketemu! Lengkap banget tuh fasilitasnya, murah pula harganya. Waktu itu aku berniat untuk langsung mengambil program 3 bulan, biar efektif gitu. Kira-kira di sana biayanya sekitar 3 juta.

Tiga juta itu bukan biaya yang mahal karena sudah dapat tempat tinggal, dijemput di terminal atau stasiun saat kedatangan, katanya juga didatangi oleh native speaker.

Karena tawaran yang menggiurkan, aku memutuskan untuk melihat langsung ke sana. Kebetulan kakakku akan kuliah di Malang, rencananya setelah antar kakak pulangnya aku langsung mampir ke Pare.

Hari itu pun tiba, aku langsung menuju ke kursusan yang sudah ku tentukan beberapa hari yang lalu. Kulihat di sana rame sekali, berbeda dengan tempat kursus lain yang terlihat tentram, damai, dan tak kelihatan penghuninya.

Tanpa pikir panjang aku langsung mendaftarkan diri untuk kursus di sana. Tak tanggung-tanggung aku langsung mendaftar pake 3 bulan, tapi belum kulunasi, baru bayar DP hehe.

Kegiatanku selama di sana

gampang palang bertuliskan pare, kampung inggris pare
Photo by Ronaldo Oliveira on Unsplash

Beberapa hari setelahnya, dihari yang kutentukan saat mendaftar, aku berangkat ke sana dengan menggunakan kereta. Dan benar, sesampainya di sana aku dijemput oleh jemputan milik tempat kursusku.

Akhirnya sampai juga ditempat tujuan. Setelah berada di camp, aku langsung merapikan pakaian yang aku bawa. Aku mendapat kamar yang isinya 3 orang dalam satu kamar. Temanku yang satu dari Jepara dan yang satu lagi Sidoarjo.

Belum puas aku merebahkan tubuhku untuk istirahat, kami sudah diminta datang ke tempat kursus untuk melaksanakan tes yang nantinya berguna untuk mengetahui dilevel mana kami ditempatkan.

Level yang tersedia disana adalah pre basic, basic, pre intermediate, intermadiate, pre advance, lalu advance. Saat itu aku dapat level basic setelah melalui tes.

Selesai tes kami langsung kembali ke camp masing-masing (btw di sana campnya banyak banget). Kami langsung beristirahat karena malamnya ada pembukaan untuk pendatang baru. Ini sih udah kayak sekolah pikirku, seperti MOS.

Malamnya kami melaksanakan pembukaan hingga tengah malam, capeknyaa. Kagetnya lagi, besoknya kami harus berkumpul jam 6 pagi untuk acara perkenalan juga yang benar-benar seperti MOS.

Setelah semua itu selesai, kelas pun sudah dibagi, kami melaksanakan pelajaran sesuai dengan jadwal. Materi yang diajarkan di sana adalah vocabulary, grammar, speaking, dan pronunciation.

Satu kelas rata-rata diisi oleh 20 orang, namun kelasku saat itu berisi 28 orang. Udah kayak sekolah beneran deh pokoknya! Itu yang aku rasakan saat itu. Seperti kembali belajar di sekolah lagi.

Pelajaran di sana menurutku biasa-biasa aja, gak ada yang istimewa sih, hanya fasilitas dan gedung, duuhh. Bukan bermaksud menjelekkan sih, hanya ingin menulis yang aku rasakan. Tapi aku merasa pelajaran grammar di sana berguna sekali, karena metode mengajar tutor yang mudah untuk dipahami.

Aku juga merasa kemampuan berbahasaku meningkat, walaupun sedikit. Itu karena kami menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi sehari-hari saat berada dalam camp. Jadi di sana itu gak harus terus-trusan pake bahasa inggris dimana pun dan kapan pun, cuma di dalam camp aja atau saat hari tertentu, tergantung dari peraturan di tempat kursus masing-masing.

Satu bulan telah berlalu. Aku merasa belajarku gitu-gitu aja, ada yang meningkat tapi kenapa cuma sedikit? Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di kepalaku. Akhirnya aku mempertimbangkan waktuku untuk belajar di sana mumpung belum lunas.

Bertahan sampai tiga bulan kah? Atau cukup dua bulan lalu pindah? Hmm.. Banyak yang harus ku pertimbangkan.

Setelah satu bulan lebih 2 minggu berlalu, akhirnya kuputuskan untuk pindah 2 minggu setelah itu. Aku langsung menuju ke office untuk menyampaikan bahwa aku gak jadi ambil yang 3 bulan tapi 2 bulan aja gitu.

Sudah selesai urusan ganti paket, tapi masih ada satu masalah lagi, mau pindah atau pulang? kalau pindah, mau pindah kemana?

Balik camp aku langsung mencari daftar tempat kursus yang ada di Kampung Inggris Pare. Tiba-tiba entah bagaimana aku terpikir ingin belajar british. Kemudian dicarilah tempat kursus british yang bagus di Pare.

Daann.. Ketemu! Akhirnya ku menemukan salah satu tempat kursus yang tak jauh dari situ dan khusus bagi mereka yang ingin belajar british. Karena memang jarang sekali tempat kursus di Pare yang mengajarkan british accent, kebanyakan mereka berkiblat pada american accent.

Ilmu dan pengalaman baru

foto gambar orang manjat tebing siluet
Image by cocoparisienne from Pixabay

Dua minggu pun berlalu, saatnya aku pindah ke tempat kursus yang lain. Dihari itu aku harus pindah tempat tinggal. Aku membereskan baju dan barang-barangku yang kemudian ku masukkan dalam tas.

Setelah semua selesai, aku langsung berangkat menuju tempat kursusku yang baru. Aku berangkat menggunakan ojek karena tempatnya yang lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki.

Sesampainya di sana aku diantar menuju camp dan langsung memilih kamar untuk ditempati. Aku mendapat banyak teman baru di sana. Hari itu aku adalah satu-satunya member baru perempuan di sana.

Setiap malam, di tempat kursusku yang baru ini ada kegiatan yaitu camp program. Kegiatannya bisa berupa diskusi, listening, games, atau menonton film, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa inggris.

Malam itu aku langsung mengikuti program dan memperkenalkan diri, duhh malunya. Berbeda sekali dengan tempat kursusku sebelumnya, murid di sini tak terlalu banyak, karena itu mereka akrab dan mengenal satu sama lain.

Di sana aku mengambil 6 program, yang dibagi menjadi 3 program disetiap 2 minggunya. Dari situ bisa tau kan aku bakal berapa lama berada di sana? Yapp satu bulan saja.

Enam program yang aku ambil yaitu british speaking, british pronunciation, british listening 1, british english accent training (ini adalah level lanjutan dari british pronunciation), writing, dan IELTS writing.

Sebenarnya di sana fokusku hanya ingin mengetahui lebih banyak dan ingin bisa berbicara bahasa inggris dengan logat mereka. Tapi ya mau melancarkan ngomongku juga sih yang masih mikir kalau lagi komunikasi. Kenapa british? Alasannya ya biar beda aja.

Karena kebanyakan orang di sini menggunakan aksen amerika, kenapa? Faktor hiburan adalah alasan utamanya. Musik, film, dan yang lainnya kebanyakan diisi oleh kubu amerika.

Nah, itu tadi ceritaku tentang Kampung Inggris Pare. Siapa tau ada yang ingin ke sana, atau kalian juga pernah ke sana? Bisa dong ikut sharing di sini.

Oh iya, banyak pengalaman berharga yang aku dapat saat berada di sana. Banyak teman baru juga, jadi kenal dengan berbagai orang dari seluruh Indonesia. Jadi kalau mau kemana-mana kan enak tuh tinggal kontak aja temen yang di situ hehe..

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *