Gini Toh Rasanya Menyetir Mobil, Beneran Kayak Main Game!

Apa sih yang ada dipikiran orang-orang tentang rasanya nyetir mobil sebelum mereka bisa melakukannya? Atau ketika melihat temannya bisa menyetir mobil sedangkan dia belum bisa?

Dulu, saatku SMP adalah saat dimana aku penasaran dengan hal ini. Iya, jadi yang ada dalam pikiranku tuh gimana sih caranya nyetir mobil sampai ada tempat kursus menyetir dimana-mana? Apa sesusah itu?

Tapi, rasa penasaranku gak tiba-tiba muncul begitu aja. Ya kalik tiba-tiba,

“Aha! Aku punya rasa penasaran baru nih!”,

dan tiba-tiba ambil kunci mobil di rumah terus langsung cuss coba sendiri.

Semua itu pasti ada pemicunya. Dan setelah coba, ternyata gak susah-susah banget kok, malah menurutku kayak lagi main game.

Jadi gini ceritanya…

Oh iya di akhir cerita aku juga bakal kasih tau kalian cara mengendarai mobil manual maupun matic. Jadi kalau gak mau tau ceritaku langsung aja diskip. Gapapa kok. I am fine.

Awal mula kejadian

tanda tanya di papan tulis hitam dengan kapur
Picture by Pixabay on Pexels

Seperti yang aku bilang sebelumnya, bahwa rasa penasaranku tentang mobil ini pertama kali muncul saat aku ada ditingkat SMP. Dan itu sekitar 7 tahun yang lalu (hmm.. ketauan deh umurnya sekarang).

Nah, jadi apa sih yang bikin penasaran?

Ini pengalaman pertama

Saat itu aku mengikuti suatu lomba yang diadakan oleh sekolah lain. Letaknya lumayan jauh, jadi kami menggunakan mobil untuk sampai ke sana.

Tak ada yang salah ketika perjalanan menuju sekolah itu, semua berjalan lancar. Bahkan aku gak sadar kalau ternyata yang menyetir baru bisa dan belum mahir.

Nah, pulangnya nih. Mungkin saat datang baik-baik saja karena tak ada tanjakan yang sedikit curam. Tapi, pas pulang ada satu tanjakan yang membuat jantung seisi mobil berdegup kencang! (lebay banget sih).

Bagi kalian yang bisa mengendarai mobil pasti tau dong apa yang terjadi?

Yang sebenarnya terjadi adalah mesin mobil tiba-tiba mati dan yang nyetir tidak terlalu bisa menghandle, saat sudah dinyalakan kembali dan mau menginjak gas, mobilnya langsung mundur! Mundur terus sampai mobil di belakang membunyikan klaksonnya.

Karena saat itu yang digunakan adalah mobil manual. Gak mungkin lah ya itu bakal terjadi sama mobil matic.

Kami, yang ada di dalam mobil langsung panik tuh, karena memang tidak ada yang mengerti kenapa mobilnya bisa mundur.

Tapi untunglah supirnya gak yang noob banget jadi masih bisa melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tujuan dengan selamat. Alhamdulillah..

Alasan kedua

Jadi ada dua hal yang membuatku penasaran dengan cara mengemudikan mobil ini. Yang pertama udah aku jelasin tadi, sekarang yang kedua alias terakhir nih.

Yang kedua ini ceritanya gak seseru dan sepanjang yang pertama sih. Aku penasaaran bagaimana cara mengemudi mobil ketika salah satu guruku (dia perempuan dan saat itu masih sekitar 19 tahun) belajar mobil dengan salah satu alumni di SMP-ku.

Yang membuatku penasaran bukan karena melihatnya langsung namun melalui ceritanya. “Kayaknya seru ya..” pikirku, karena guruku itu juga ceritainnya seru sih.

Waktunya belajar!

foto mobil dengan kepala keluar jendela
Photo by Jay Toor on Unsplash

Beberapa tahun berlalu setelah kejadian itu. Aku udah gak mikirin lagi tuh dan udah gak penasaran-penasaran banget karena juga sering lihat ayahku menyetir. Cuma ya masih pengen bisa, sekedar bisa aja biar bisa jalan-jalan sendiri.

Biasanya ketika ayahku menyetir, beliau juga sambil menjelaskan berbagai fungsi pada mobil dan cara menggunakannya seperti pijakan kopling, persneling, meteran, dan lain sebagainya (mobilnya manual ya ini, kalau matic mah gak usah pake kursus).

Saat itu umurku sudah hampir 17 tahun, udah waktunya untuk bisa menyetir mobil. Oke, aku tau itu bukan suatu kewajiban kayak bikin KTP. Tapi mungkin itu termasuk sesuatu yang hukumnya fardu ‘ain dikeluargaku, karena biar kalau jalan-jalan ke luar kota bisa gantian!

Padahal sepertinya waktu itu aku gak minta untuk diajari (tapi gatau juga sih hehe.. agak lupa). Yang jelas umur 17 udah langsung bikin SIM biar sekalian ngurus-ngurusnya.

Aku belajar di area kampus yang dekat dengan rumahku. Itu juga merupakan tempat guruku belajar dulu loh saat aku masih SMP, katanya sih lokasinya sama.

Karena memang lokasi tersebut merupakan lokasi yang paling cocok dan enak untuk belajar mengendarai mobil. Tempatnya sepi dan jalannya juga halus (jadi enak buat ngebut ehe..).

Kesulitan yang dialami?

Menurutku tidak ada kesulitan dalam mempelajari mobil ini, karena disetiap kesulitan pasti ada kemudahan (weeee.. *apasih*). Tapi serius, emang gak ada kesulitan yang berarti.

Gak seru dong gak ada ceritanya?

Ya tetep ada lah! Ini adalah perasaan pertama kali aku benar-benar mengendarai mobil (biasanya cuma di game yang ada di mall-mall gitu.. tau kan?). Ini benar-benar mobil beneran! aku nginjek gas dan jalan woy! wow!

Waktu belajar aku pakai mobil panther, pertama kali itu rasanya kayak main game mobil-mobilan, cuma bedanya ini beneran dan gak boleh asal tabrak-tabrak aja. Bener-bener persis game!

Tak ada masalah yang berarti, ayahku juga tak banyak berbicara ketika mengajarkan, hanya sedikit materi seperti gigi yang harus digunakan dalam berbagai keadaan. Selebihnya biasanya aku yang menanyakan bagaimana jika begini dan begitu.

Mungkin aku juga tak begitu kesulitan karena sudah pernah mencoba motor kopling. Ya walaupun cuma nyoba sih tapi kan seenggaknya tau tekniknya.

Susahku waktu belajar adalah dibagian setir. Jadi dulu kadang aku nyetirnya masih belok-belok, gatau kenapa, tapi koplingku lancar-lancar saja. Kebalikannya dengan kakakku, dulu dia lebih mahir di setir saat balajar. Jadi apa lebih baik yang mengendarai 2 orang? Jadi aku yang injak koplingnya kakakku yang nyetir haha.

Nah, jadi tu mirip-mirip kayak gitu, persis malah. Bedanya ya cuma kopling sama giginya tempatnya kebalik, kalau gigi motor kan ada di kaki nah mobil ada di tangan, begitu juga kopling, motor ada di tangan sedangkan mobil di kaki, lucu ya.

Dulu begini tahapan-tahapanku dalam belajar mobil :

  • Pertama tanpa basa-basi aku langsung duduk di kursi supir dan memulai mengendarai seperti biasa, maju di jalanan yang datar, kalau ganti gigi paling hanya antara 2 dan 3.
  • Setelah lancar dengan jalan maju (ini termasuk berhenti di tanjakan, karena waktu itu aku bisa melakukan setengah kopling dengan sendirinya), kemudian ayahku mengajarkanku untuk parkir.
  • Itu aja sih cuma jalan biasa sama parkir.

Kejadian lucu?

Ini juga sepertinya gak ada haha..

Oh iya waktu itu aku mau belok ke kanan waktu masih belajar mobil di kampus orang, terus karena jalannya gak terlalu besar dan gak ada garis tengah, aku belok kanan dengan menggunakan jalan sebelah kanan (macam nyetir motor sembarangan yak).

Bukan cuma gitu aja, kalau habis itu lanjut ke jalan sebelah kiri sih gak masalah, nah ini gatau kenapa aku malah puterin habis setirku ke kanan sampai naik trotoar. Dan lagi di situ ada orang yang liat, malunya.. tapi aku sih cuek aja.

Terus ada lagi kejadian, tapi ini justru saat aku sudah bisa, sudah punya SIM, dan sudah mengendarai mobil sendiri gak didampingi lagi.

Jadi waktu itu aku habis foto untuk katalog dan mau menuju rumah temanku, rame-rame tuh sekelas. Perjalanan berjalan dengan lancar. Tapi di sana saat parkir (waktu itu parkirnya di masjid) aku memundurkan mobil terlalu kencang.

Di sana banyak tiang tiang gitu yang tiap tiang jaraknya kira-kira bisa muat satu mobil. Jadi aku lost aja ke belakang percaya banget di belakang gak ada apa-apa. Tiba-tiba.. DUARR! Kenceng banget bunyinya, dan itu masjid dan ada orang. Meskipun untungnya gak banyak sih karena bukan saat waktu sholat.

Udah sih gitu doang sih kejadian yang bikin deg-degan. Gak lucu ya? Ya emang makanya tadi aku bilang gak ada kan, huft.

Cara mengendarai mobil (manual dan matic)

jalanan yang terlihat daridalam mobil, dari kaca depan mobil
Photo by Esther Tuttle on Unsplash

Setelah mencobanya sendiri, mengendarai mobil memang tak semudah yang dibayangkan. Tapi walaupun begitu, rasanya juga tak sesusah yang fikirkan. Jadi gimana yang bener?

Ya, setiap orang punya kadarnya masing-masing dan caranya masing-masing dalam mempelajari sesuatu.

Ada yang butuh waktu lama, ada juga yang mudah mengikuti alur. Ada yang baca saja dan bisa praktek sendiri, ada juga yang harus didampingi dan diarahkan seorang guru.

Nah, kali ini saya akan memberikan tutorial mengemudi mobil bagi kalian yang ingin mencobanya sendiri atau sekedar penasaran. Tapi saran saya kalau belajar menyetir kendaraan jangan sendiri, minta didampingi yang sudah ahli, ntar kemana-mana lagi kan bahaya.

Mobil manual

Cara mengemudikannya hampir sama kok tekniknya dengan motor kopling. Begini langkahnya dan yang harus diperhatikan.

  1. Anda wajib memperhatikan setiap posisi serta fungsi bagian-bagian pada mobil seperti : gas, rem, kopling, persneling (tempat perpindahan gigi), lampu, klakson, dsb. Jangan lupa atur juga kaca spion.
  2. Kaki kiri berfungsi untuk menginjak pedal kopling, sedangkan kaki kanan untuk menginjak gas dan rem.
  3. Fungsi setiap gigi pada persneling persis seperti pada motor kopling :
    • 1> untuk permulaan setelah mobil berhenti total atau berada dijalan macet,
    • 2> ketika laju mobil pelan, dan saat jalanan menanjak atau menurun,
    • 3> ketika laju mobil lumayan cepat, bisa untuk jalanan naik dan turun juga,
    • 4> laju mobil berada dikecepatan tinggi, biasanya di tol atau di jalanan yang lurus dan tidak terlalu menanjak tau menurun,
    • 5> digunakan di tol dengan kecepatan tinggi (di tol aja ya, atau di arena balapan kalau mau balapan),
    • N> posisi netral, posisi ketika menyalakan mesin dan ketika mobil berhenti (mesin tidak akan mati tanpa menginjak kopling, tapi mobil juga tidak akan jalan saat gas ditekan),
    • R> reverse, digunakan untuk bergerak mundur
  4. Lampu sein berada disebelah kanan setir, gerakkan tuas ke bawah untuk lampu kanan dan atas untuk lampu kiri.
  5. Jika sudah mengerti semua bagian dalam mobil, sekarang waktunya menjalankan mobil.
    • Nyalakan mesin mobil dengan memutar kunci dan pastikan posisi persneling pada huruf N,
    • setelah mesin nyala, injak kopling sambil pindahkan gigi ke 1,
    • lepas pijakan kopling perlahan sambil menginjak gas,
    • setelah mobil berjalan sempurna, lepas pijakan kopling.
    • Injak lagi bagian kopling setiap ingin mengganti gigi,
    • saat mengganti gigi walaupun dalam keadaan kencang maupun pelan jangan sambil menginjak gas karena akan membuat mobil berdengung dan mempersulit perpindahan.

Mobil matic

Untuk mobil matic ini cara mengendarainya mudah dan sederhana sekali. Jika anda bisa / biasa mengemudi mobil manual, anda pasti langsung bisa menggunakan mobil matic ini tanpa diajari walaupun itu adalah yang pertama kali.

Karena hal-hal yang perlu diperhatikan sudah saya beri tahu sebelumnya, kali ini saya hanya akan beri pengenalan pada persneling karena hanya disitu letak perbedaannya. Dan satu lagi bahwa mobil matic tidak memiliki pijakan kopling, jadi ya cuma main gas rem aja gak usah takut mesin mati.

  1. P : Artinya parking, digunakan saat parkir. Namun posisi ini juga digunakan saat meyalakan mesin atau saat macet dan mobilmu akan berehenti dalam waktu lama misal 10 menit.
  2. R : Atau yang berarti return. Sesuai namanya, fungsi ini untuk mundur.
  3. N : Netral. Digunakan saat lampu merah atau macet, aktifkan rem tangan juga supaya mobil tidak jalan sendiri dan pastikan anda melepas kaki anda dari gas dan rem.
  4. D : Yang berarti drive. Digunakan ketika mobil berjalan. Ini terdiri dari D1, D2, dan D3 yang berfungsi sama seperti mobil manual.
  5. L : Atau low. Pindahkan ke posisi ini ketika anda berada di jalanan yang menanjak curam. Atau bisa diposisi D2 (jika ada) bila tanjakan tidak terlalu curam.

Biasakan menginjak rem saat memindahkan tuas, dan tekan tombol yang ada di persneling supaya tuas dapat berpindah posisi dengan mudah.

Sekian pengalaman beserta ilmu dalam menyetir mobil yang bisa aku bagikan. Seenggaknya kalau menurut kalian pengalamanku gak penting masih ada cara mengemudi yang lumayan penting haha.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *